Seminar Internasional dan Seminar Nasional FALTL

February 5th, 2013

International Seminar  FALTL Universitas Trisakti 2009

Megalopolis : Integrated Development and Management

Seminar Nasional FALTL 2010

Hijau Kotaku

International Seminar  FALTL Universitas Trisakti 2011

Green Urban Development and Poverty Eradication Plans, Strategies and Practices

Seminar Nasional FALTL 2012

Green Regional Development Melalui Pengembangan Inovasi Teknologi Mendukung Terwujudnya MP3EI

Share

BUMI YANG BERSIH, BUMI YANG HIJAU

December 13th, 2011

Tahukah Kamu? Bagaimana caranya membuat bumi kita bersih? Salah satu caranya dengan mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya:

  • Lakukan pemisahan antara sampah organik (sampah basah) dan sampah non organik (sampah kering).
  • Memanfaatkan benda sebaik mungkin agar tidak memperbanyak sampah.
  • Melakukan daur ulang

Daur ulang adalah memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang-barang yang lebih berguna. Kita bisa mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos.

Karena sampah non organik tidak dapat teruarai maka sampah non organik didaur ulang di pabrik.

KAPAN BUMI INI BERSIH?

Polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan.

Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Suatu zat dapat disebut polutan apabila :

  1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
  2. berada pada waktu yang tidak tepat
  3. berada pada tempat yang tidak tepat

Sifat polutan adalah:

  1. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
  2. Merusak dalam jangka waktu lama.

Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat  yang nerusak.

 

Tahukah Kamu?  Bagaimana caranya membuat bumi kita hijau? Antara lain dengan cara menanam pohon disekitar rumah. Salah satu program yang diluncurkan Bank Dunia bernama Dana Carbon (Carbon Fund). Konsep mengenai Dana Carbon ini adalah untuk mengurangi gas buang ke alam. Kalau gas buang tidak dikurangi maka akan menjadikan bumi ini lebih panas, karena efek rumah kaca. Pohon juga dapat mengurangi :

  • Pemanasan Global
  • Banjir
  • Erosi
  • Panas dan kebakaran hutan.

PEMANASAN GLOBAL

Pemanasan global adalh adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya barbagai jenis hewan.

Begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil dari pohon. Mulai sekarang ayo kita perbanyak menanam pohon di bumi kita!

BERSIH ITU SEHAT          HIJAU ITU INDAH         STOP GLOBAL WARMING

 

Share

Marhaban yaa Ramadhan….

July 30th, 2011

Marhaban yaa Ramadhan,….

Ya Allah, telah tiba bulan Ramadhan. Wahai Tuhan pemilik bulan Ramadhan,
Engkau telah menurunkan Al-Qur’an di dalamnya dan telah menjadikannya
sebagai penjelas atas petunjuk dan pembeda antara yang hak dan yang batil.
Wahai Tuhan kami, berkatilah kami di dalamnya dan bantulah kami dalam
melaksanakan puasa dan menunaikan shalat di dalamnya. Terimalah amal-amal
kami di bulan ini.”

“Ya Allah, segala puji bagiMu yang telah membimbing kami untuk memujiMu
supaya kami mengerti bersyukur atas segala kebaikanMu dan supaya Engkau
membalas kami dengan balasan yang Kau berikan pada mereka yang berbuat
kebajikan.

Segala puji bagi Allah yang menganugerahi kami dengan agamaNya,
mengistimewakan kami dengan millahNya dan menunjukkan kami jalan-jalan
kebaikanNya, dengan pujian yang Dia terima dari kita dan membuatNya ridha
kepada kita.

Segala puji bagi Allah yang menjadikan di antara jalan-jalan (kebaikanNya)
adalah bulan Ramadhan, bulan puasa, bulan Islam, bulan kesucian, bulan
pembersihan, bulan menegakkan shalat malam, bulan yang di dalamnya Al Qur’an
diturunkan sebagai penyuluh dan (rincian) penjelasan petunjuk dan pembeda
bagi manusia. (QS Al Baqarah: 185).

“Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan”

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah kami ke
bulan Ramadhan (HR. Ahmad dan Thabrani)

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang menjadikan Ramadhan sebagai
penghulu bulan-bulan dan melipatgandakan pahala kebaikan di dalamnya.
Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. yang
telah diturunkan Al-Qur’an kepadanya sebagai petunjuk, rahmat, nasehat, dan
penyembuh bagi manusia.

Alangkah bahagianya kaum muslimin dengan kedatangan bulan tersebut, bulan
yang penuh keberkahan, bulan Al-Qur’an, bulan ampunan, bulan kasih sayang,
bulan doa, bulan taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan dari api
neraka.  Bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh segenap kaum
muslimin. Bulan yang sebelum kedatangannya Rasulullah Saw. berdoa kepada
Allah:
“Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami
ke bulan Ramadan.” Bulan dimana orang-orang saleh dan para generasi salaf
berdoa kepada Allah agar mereka disampaikan ke bulan Ramadhan enam bulan
sebelum kedatangannya.
Mualla bin al-Fadhl berkata: “Mereka selama enam bulan berdoa kepada Allah
supaya disampaikan ke bulan Ramadhan, dan berdoa enam bulan selanjutnya agar
amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima.”   Kenapa mereka begitu
bersungguh-sungguh memohon kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan?
Mari kita dengarkan sabda Rasulullah Saw. ketika beliau memberi kabar para
sahabatnya dengan kedatangan bulan Ramadhan: “Ketika datang malam pertama
dari bulan Ramadhan seluruh setan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua
pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua
pintu sorga dibuka hingga tidak ada satu pun pintu yang tertutup. Lalu tiap
malam datang seorang yang menyeru: “Wahai orang yang mencari kebaikan
kemarilah; wahai orang yang mencari keburukan menyingkirlah. Hanya Allah lah
yang bisa menyelamatkan dari api neraka”. (H.R.Tirmidzi).

Rasulullah Saw. juga bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan,
bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan di dalamnya puasa. Pada bulan
itu Allah membuka pintu langit, menutup pintu neraka, dan membelenggu
setan-setan. Di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari
seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan kebaikan malam itu maka ia
sungguh telah diharamkan (dari kebaiakan).” (HR. Nasa’i dan Baihaki). Imam
Ibnu Rajab al-Hanbali mengomentari hadits ini dengan perkataannya: “Hadits
ini merupakan dasar dan dalil memberi ucapan selamat yang dilakukan kaum
muslimin kepada muslimin lainnya dengan kedatangan bulan Ramadhan, bagaimana
seorang mukmin tidak bergembira dengan dibukanya pintu sorga? Bagaimana
seorang mukmin tidak bergembira dengan ditutupnya pintu neraka? Bagaimana
orang yang berakal tidak bergembira dengan masa dimana setan-setan
dibelenggu?” Hendaklah kita juga mencontohnya dengan senantiasa berdoa
kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan yang penuh dengan berbagai
macam keberkahan dan keutamaan tersebut.

Ramadhan adalah tamu istimewa. Adalah merupakan kewajiban bagi kita sebagai
tuan rumah untuk menyambut kedatanganya dengan suka cita dan memuliakannya.
Jika ada seorang presiden atau petinggi negara akan berkunjung ke rumah kita
pasti kita akan direpotkan dengan berbagai persiapan untuk menyambutnya.
Kita pasti akan menata dan memperindah rumah kita, menyiapkan makanan
istimewa dan lain-lain. Ramadhan lebih dari sekedar presiden atau pejabat
tinggi lain atau apa pun saja. Ramadhan adalah anugerah Allah yang luar
biasa. Ramadhan adalah kesempatan untuk menyiapkan masa depan kita di dunia
dan akhirat; oleh karenanya kita mesti mempersiapkan kehadirannya dengan
persiapan yang paripurna agar kita bisa sukses meraih gelar takwa dan
mendapat janji Allah yaitu ampunan dan bebas dari api neraka.

Apa saja perkara yang harus dipersiapkan menjelang kedatangan tamu tersebut?

1) Niat yang sungguh-sungguh
Ketika Ramadhan menjelang banyak orang berbondong-bondong pergi ke pasar dan
supermarket untuk persiapan berpuasa. Mereka juga mempersiapkan dan
merencanakan anggaran pengeluaran anggaran untuk bulan tersebut. Tetapi
sedikit dari mereka yang mempersiapkan hati dan niat untuk Ramadhan. Puluhan
kali Ramadhan menghampiri seorang muslim tanpa meninggalkan pengaruh positif
pada dirinya seakan-akan ibadah Ramadhan hanya sekedar ritual belaka,
ssekedar ajang untuk menggugurkan kewajiban tanpa menghayati dan meresapi
esensi ibadah tersebut, jika Ramadhan berlalu ia kembali kepada kondisinya
semula.
Tancapkanlah niat untuk menjadikan Ramadhan kali ini dan selanjutnya sebagai
musim untuk menghasilkan berbagai macam kebaikan dan memetik pahala
sebanyak-banyaknya. Anggaplah Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terakhir
yang kita lalui karena kita tidak bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan
di tahun-tahun berikutnya. Tanamkan tekad yang disertai dengan keikhlasan
untuk konsisten dalam beramal saleh dan beribadah pada bulan Ramadhan ini.
Ingat sabda Rasulullah Saw.: “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman
dan ikhlas maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”

2) Bertaubat dengan sungguh-sunguh.
“Setiap manusia adalah pendosa dan sebaik-baik pendosa adalah yang
bertaubat” demikian sabda Rasulullah Saw. seperti yang diwartakan Ahmad dan
Ibnu Majah.
Di antara karunia Allah adalah selalu mengulang-ulang kehadiran momen-momen
kebaikan. Ada momen yang diulang setiap pekan, bulan, tahun dan lain-lain.
Ramadhan adalah salah satu dari momen tersebut yang selalu datang setiap
tahun. Ketika seorang hamba tenggelam dalam kelalaian karena harta benda,
anak istri, dan perhiasan dunia lain yang membuat dia lupa kepada Rabbnya,
terbius dengan godaan setan, dan terjatuh ke dalam berbagai macam bentuk
maksiat datanglah bulan Ramadhan untuk mengingatkannya dari kelalaiannya,
mengembalikannya kepada Rabbnya, dan mengajaknya kembali memperbaharui
taubatnya. Ramadhan adalah bulan yang sangat layak untuk memperbarui taubat;
karena di dalamnya dilipatgandakan kebaikan, dihapus dan diampuni dosa, dan
diangkat derajat. Jika seorang hamba selalu dituntut untuk bertaubat setiap
waktu, maka taubat pada bulan Ramadhan ini lebih dituntut lagi; karena
Ramadhan adalah bulan mulia, waktu dimana rahmat-rahmat Allah turun ke bumi.
Mana para pendosa? Mana orang-orang yang melampaui batas? Mana orang-orang
yang selalu bermaksiat kepada Allah siang malam? Mana orang-orang yang
membalas nikmat Allah dengan maksiat, memerangi Allah di bumi-Nya, dan
menentangnya dalam kekuasan-Nya? Segeralah bertaubat! Karena tak satu pun
dari kita yang bersih dari dosa dan bebas dari maksiat. Pintu taubat selalu
terbuka dan Allah senang dan gembira dengan taubat hambanya. Taubat yang
sungguh-sungguh atau taubat nasuha adalah dengan meninggalkan maksiat yang
dilakukan, menyesali apa yang telah dilakukan, dan berjanji untuk tidak
kembali mengulangi maksiat tersebut, dan jika dosa yang dilakukannya
berkaitan dengan hak orang lain hendaknya meminta maaf dan kerelaan dari
orang tersebut.

3) Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan puasa dan ibadah Ramadhan lain.
“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Ilmu yang
Rasulullah Saw. maksudkan dalam hadits ini adalah ilmu yang berkaitan dengan
pelaksanaan ibadah yang Allah wajibkan kepada setiap hamba. Setiap muslim
wajib mempelajari ilmu tersebut; karena sah atau tidaknya ibadah yang
dilakukannya tergantung dengan pengetahuannya tersebut. Seorang yang ingin
melakukan shalat wajib mengetahui syarat-syarat atau rukun-rukun atau
hal-hal yang membatalkan shalat dan lain-lainya, agar shalatnya sesuai
dengan tuntutan agama. Begitu juga bulan Ramadhan di bulan ini Allah
mewajibkan kepada setiap muslim yang mampu untuk berpuasa. Maka sudah
menjadi kewajiban setiap muslim untuk membekali dirinya dengan hal-hal yang
berkaitan dengan syarat-syarat dan rukun-rukun puasa, hal-hal yang
membatalkan puasa, hal-hal yang dimakruhkan dan dibolehkan dalam puasa,
hal-hal yang membatalkan puasa dan lain-lain supaya puasa yang dilakukannya
sesuai dengan tuntunan syariah dan perbuatannya tidak sia-sia. Di samping
pengetahuan yang berkenaan dengan puasa, pengetahuan-pengetahuan lain yang
berkaitan dengan Ramadhan juga perlu seperti anjuran-anjuran,
prioritas-prioritas amal yang harus dilakukan dalam Ramadhan, dan lain-lain
agar setiap muslim dapat mengoptimalkan bulan ini sebaik mungkin.

4) Persiapan fisik dan jasmani.
Menahan diri untuk tidak makan dan minum seharian penuh selama sebulan tentu
memerlukan kekuatan fisik yang tidak sedikit, belum lagi kekuatan yang
dibutuhkan untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat tarawih dan
shalat sunnah lainnya, ditambah kekuatan untuk memperbanyak membaca
Al-Qur’an dan beri’tikaf selama sepuluh hari di akhir Ramadhan. Kesemua hal
ini menuntut kita selalu dalam kondisi prima sehingga dapat memanfaatkan
Ramadhan dengan optimal dan maksimal. Melakukan puasa sunnah pada sebelum
Ramadhan adalah salah satu cara melatih diri untuk mempersiapkan dan
membiasakan diri menghadapi Ramadhan. Oleh karenanya Rasulullah Saw.
mencontohkan kepada umatnya bagaimana beliau memperbanyak puasa sunnah pada
bulan Sya’ban, sebagaimana yang diwartakan Aisyah: “Aku tidak pernah melihat
Rasulullah Saw. berpuasa selama sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan
dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa (sunah) lebih banyak dari bulan
Sya’ban.” (Muttafaq Alaih)
Inilah diantara hal-hal yang mesti dipersiapkan untuk menyambut datangnya
bulan kesabaran ini.

Amalan-amalan sunah pada bulan Ramadhan:
Selain puasa yang Allah wajibkan pada bulan Ramadhan ada berbagai amalan
yang disunahkan pada bulan ini di antaranya:
1. Mengkhatamkan Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama
kali turun dari lauhul mahfuz ke langit dunia sekaliagus. Allah berfirman:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk
itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)(al baqarah: 185)

Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling
dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril
menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi
membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi
melebihi angin yang berhembus.”

Hadist tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus al-Quran,
dan berkumpul dalam majlis al-Quran dalam bulan Ramadhan. Membaca dan
belajar al-Qur’an bisa dilakukan di dihadapan orang yang lebih mengerti atau
lebih hafal al-Quran. Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca al-Quran di
malam hari.
Dalam hadist di atas, mudarosah antara Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril
terjadi pada malam hari, karena malam tidak terganggu oleh
pekerjaan-pekerjaan keseharian. Di malam hari, hati seseorang juga lebih
mudah meresapi dan merenungi amalan dan ibadah yang dilakukannya.

2. Shalat tarawih
Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam bulan
Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu.” Shalat tarawih atau qiyam Ramadhan tidak ada
batasannya. Sebagian orang mengira shalat tarawih tidak boleh kurang dari 20
rakaat, sebagian lain mengira tidak boleh lebih dari 11 atau 13 rakaat. Ini
adalah pendapat keliru yang menyalahi dalil. Hadits-hadits menunjukkan bahwa
shalat malam adalah perkara yang luas, tidak ada batasan yang tidak boleh
dilanggar. Bahkan ada riwayat yang jelas mengatakan bahwa nabi Saw. pernah
shalat 11 rakaat, terkadang 13 rakaat atau kurang dari itu. Ketika ditanya
tentang shalat malam beliau bersabda: “Dua rakaat dua rakaat, jika seseorang
diantara kalian khawatir masuk waktu subuh hendaklah shalat satu rakaat
witir.”

3. Memperbanyak doa
Orang yang berpuasa ketika berbuka adalah salah satu orang yang doanya
mustajab. Oleh karenanya perbanyaklah berdoa ketika sedang berpuasa terlebih
lagi ketika berbuka. Berdoalah untuk kebaikan diri kita, keluarga, bangsa,
dan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan dunia.

4. Memberi buka puasa (tafthir shaim)
Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang
berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda
Rasulullah yang berbunyi:” Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka)
orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa
tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim)

5. Bersedekah
Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan
Ramadhan” (HR. Tirmizi).
Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling
dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril
menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi
membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi
melebihi angin yang berhembus.”
Dan pada akhir bulan Ramadhan Allah mewajibkan kepada setiap muslim untuk
mengeluarkan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa yang dilakukannya.

6. I’tikaf
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. I’tikaf
disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; karena Rasulullah Saw. selalu
beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir dan para istrinya juga ikut
I’tikaf bersamanya. Dan hendaknya orang yang melaksanakan I’tikaf
memperbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan
lain-lain.

7. Umroh
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan umrah, karena umroh pada
bulan Ramadhan memiliki pahala seperti pahala haji bahkan pahala haji
bersama Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Umroh pada bulan Ramadhan seperti
haji bersamaku.”

8. Memperbanyak berbuat kebaikan
Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah
‘rekening’ pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu
Khuzaimah dan Baihaki dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan Ramadhan
bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di
luar Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan sekecil apapun
meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan orang lain. Ciptakanlah kreasi
dan inovasi dalam berbuat kebaikan agar saldo kebaikan kita terus bertambah.
“dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan momentum Ramadhan
untuk merealisasikan ketakwaan diri kita dan bisa meraih predikat “bebas
dari neraka.” Amin
Wakullu Am wa Antum bikhair

Share

Pengertian Teknologi

November 4th, 2010

Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.

Definisi mengenai sains menurut Sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (1987, 161) suatu peradaban tidak dapat mempertahankan struktur-struktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat dan budayanya. Sebagai perwujudan eksternal suatu epistemologi, sains membentuk lingkungan fisik, intelektual dan budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh suatu peradaban. Pendeknya, sains, jelas Sardar (1987, 161) adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya. Sedangkan rekayasa, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang ruang, materi, energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya). Dengan kata lain, teknologi mencakup teknik dan peralatan untuk menyelenggarakan rancangan yang didasarkan atas hasil sains.

Seringkali diadakan pemisahan, bahkan pertentangan antara sains dan penelitian ilmiah yang bersifat mendasar (basic science and fundamental) di satu pihak dan di pihak lain sains terapan dan penelitian terapan (applied science and applied research). Namun, satu sama lain sebenarnya harus dilihat sebagai dua jalur yang bersifat komplementer yang saling melengkapi, bahkan sebagai bejana berhubungan; dapat dibedakan, akan tetapi tidak boleh dipisahkan satu dari yang lainnya (Djoyohadikusumo 1994, 223).

Makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.

Akan tetapi, dijelaskan oleh Capra (107) teknologi jauh lebih tua daripada sains. Asal-usulnya pada pembuatan alat berada jauh di awal spesies manusia, yaitu ketika bahasa, kesadaran reflektif dan kemampuan membuat alat berevolusi bersamaan. Sesuai dengannya, spesies manusia pertama diberi nama Homo habilis (manusia terampil) untuk menunjukkan kemampuannya membuat alat-alat canggih.

Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee (2004, 35) teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata. Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee (2004, 34) merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiran , institusi, ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.

Dari pandangan semacam itu, kemudian teknologi berkembang lebih jauh dari yang dipahami sebagai susunan pengetahuan untuk mencapai tujuan praktis atau sebagai sesuatu yang dibuat atau diimplementasikan serta metode untuk membuat atau mengimplementasikannya. Dua pengertian di atas telah digantikan oleh interpretasi teknologi sebagai pengendali lingkungan seperti kekuasaan politik di mana kebangkitan teknologi Barat telah menaklukkan dunia dan sekarang telah digunakan di era dunia baru yang lebih ganas. Untuk memperjelas statement tersebut, kita coba menelaah teknologi secara lebih dalam lagi. Melihat substansi teknologi secara lebih komprehensif, yaitu konsepsi teknologi dari kerangka filsafat.

KONSEP TEKNOLOGI (NEW)

Teknologi menurut Gorokhov (1998) secara konseptual memiliki tiga makna prinsip, yaitu, (1) teknologi (secara teknis) sebagai agrerat dari semua artifak-artifak manusia yang dipergunakan, mulai dari perkakas sampai dengan sistem teknologis kompleks yang berskala besar; (2) teknologi sebagai agregat dari seluruh aktivitas teknis, penemuan yang bersifat invention (penciptaan) dan discovery (penemuan), riset dan pengembangan, dan tahapan-tahapan dalam penciptaan teknologis yang berhasil, serta penyebarannya ke masyarakat secara luas; dan (3) teknologi sebagai agregat dari keseluruhan pengetahuan teknis, mulai dari teknik yang sangat khusus dan praktik-praktiknya sampai pada sistem teknologis-saintifik teoretis termasuk pengetahuan mengenai perekayasaan (engineering knowlodge) dan know-how-nya.Dengan demikian, teknologi, menurut Gorokhov (1998), didefinisikan sebagai studi mengenai hubungan antara umat manusia dan dunia yang dimanifestasikan dalam pandangan teknologis dunia, studi mengenai fenomena teknologis sebagai keseluruhan, menempatkan teknologi dalam perkembangan masyarakat sebagai keseluruhan (dan bukan hanya perkembangan teknologi yang terisolasi), dan dalam dimensi historis, antara restrospektif dan prospektif.

Tujuan dari studi teknologi menurut Gorokhov (1998) terutama difokuskan pada sains teknis atau perekayasaan, produksi teknis, aktivitas, dan pengetahuan sebagai fenomena kebudayaan; dan pengembangan kesadaran teknologis, terutama pemahaman diri dari engineer dan teknisi dalam praktik perekayasaan dan pengetahuan teknis.

Pandangan yang hampir mirip dengan Gorokhov (1998), digagas oleh Quintanilla (1998) berkaitan dengan Technological Progress hubungannya dengan Filsafat Teknologi. Quintanalla (1998) membagi pandangan dalam filsafat teknologi dalam tiga pandangan, yaitu pandangan kognitif, pandangan instrumental dan pandangan praksiologis. Masing-masing pandangan tersebut akan diikuti oleh perubahan dan kemajuan teknologi yang berbeda.

Dalam pandangan kognitif, teknologi merupakan bentuk pengetahuan praktis berbasiskan sains yang mengarahkan kita untuk mendesain artifak secara efisien untuk memecahkan masalah praktis. Perubahan teknologis terutama memproduksi lebih jauh riset aplikasi saintifik dan pengembangan pengetahuan teknologis. Sedangkan kemajuan teknis konsisten dengan peningkatan pengetahuan dan tergantung, pada ekstensi yang luas, dalam kemajuan (Quintanilla 1998).

Dari pandangan instrumental, teknologi adalah set dari artifak-artifak yang secara intensif didesain dan diproduksi untuk melaksanakan fungsi dan pemuas kebutuhan manusia. Perubahan teknologi dalam pandangan instrumental konsisisten dengan peningkatan kuantitas dan beragam artifak. Sedangkan kemajuan technological didefinisikan sebagai fungsi kuantitas dan kepentingan dari kebutuhan manusia yang dapat memuaskan mereka dalam perangkat teknologis yang dapat dipakai (Quintanilla 1998).

Pandangan ketiga, yang merupakan pendekatan yang dilakukan oleh Quintanilla (1996) dalam Quintanilla (1998), yaitu dari pendekatan praksiologis, dasar dari entitas teknologis bukanlah sistem pengetahuan (pandangan kognitif) maupun set dari artifak (pandangan instrumental), tetapi lebih merupakan sistem yang kompleks yang dibentuk dari artifak-artifak ditambah dengan penggunanya atau intentional operator. Dari pandangan tersebut, Quintanilla (1998) dapat membuat karakterisasi dari sistem teknologis sebagai sistem-sistem aksi yang secara intensional diorientasikan pada transformasi objek konkret agar memperoleh, dalam tingkat efisiensi, hasil yang bernilai. Perubahan teknologis konsisten dalam mendesain dan memproduksi sistem teknik yang baru dan dalam pengembangan yang berkaitan dengan efisiensi. Sedangkan kemajuan teknologis dapat diinterpretasikan sebagai kenaikan kekuasaan manusia dalam mengendalikan realitas. Sistem teknisnya yang baru dan lebih efisien diaplikasikan pada bagian yang baru dan lebih luas dari realitas yang berarti kapasitas tertinggi untuk melakukan adaptasi realitas bagi kepuasan manusia.

Dari pandangannya mengenai praksiologis tersebut, Quintanilla (1998) kemudian memberikan inti dari kemajuan teknologis. Pertama, Tujuan teknologi adalah untuk meningkatkan kekuasaan manusia dalam mengendalikan dan menciptakan realitas. Kedua, Pengembangan teknologis memiliki dimensi ganda, yaitu inovasi dan efisiensi. Ketiga, dalam mengkarakterisasikan kemajuan teknis sebagai peningkatan kekuasaan manusia terhadap realitas, strategi yang perlu dilakukan secara konsisten adalah dengan mendefinisikan fungsi kemajuan teknologis yang dikombinasikan dengan inovasi dan efisiensi.

Yang menjadi masalah dalam pemikiran Quintanalla (1998) adalah akhir dari artikelnya tersebut, ketika teknologi dihadapkan dengan masalah moral. Menurutnya, tidak ada kaitan antara teori kemajuan teknologis dan pertanyaan yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, ekonomi, sosial, dan lainnya. Menurut Quintanalla (1998), hal tersebut jelas dalam dua hal; pertama, penjelasan tujuan sistem teknis adalah komponen esensial dari definisi sistem teknis itu sendiri. Kedua, konsekuensi praktis berkaitan dengan teori standar kemajuan teknologis (yang telah dijelaskan di atas) tidak hanya diakibatkan dari tingkat inovasi dan efisiensi teknis saja, tetapi kondisi material kehidupan manusia.

Pemikiran filosofis dari teknologi yang dilakukan Quintanalla (1998) tersebut, adalah bentuk dari tercerabutnya nilai-nilai dalam kebudayaan manusia sekaligus terpisahnya teknologi dari ibu kandungnya, yaitu sains. Bahkan ditegaskan oleh Gorokhov (1998):

Jika kita berpikir tentang teknologi sebagai penciptaan lingkungan baru (“a second nature”), kemudian di sana terdapat tiga fase pengembangan teknologi modern: kaitan teknologi pada sains, kaitannya dengan ekonomi, dan kaitannya dengan lingkungan. Filsafat teknologi baru harus mulai dikembangkan sebagai pengembangan scientific-technological tersendiri dengan memasukkan filsafat lingkungan, termasuk filsafat pembangunan berkelanjutan.

Kritik nilai dan moral terhadap teknologi bukannya tidak dilakukan dari kalangan Barat sendiri. Diingatkan Van Melsen (1985, 111) bahwa selama ini manusia kurang belajar bagaimana hidup dengan teknologi, sehingga mereka terkesan lebih sebagai hamba teknologi daripada sebagai tuannya. Oleh Mumford (1977) dalam Mangunwijaya (1985), dikatakan semua ini berawal dari transformasi radikal seluruh kehidupan manusia, yang sebagian besar dipengaruhi oleh pertemuan antara matematika dan fisika dengan teknologi. Yaitu pergeseran dari teknik empiris berdasar tradisi ke suatu cara eksperimental, yang berkembang menjadi bom atom, pesawat supersonik, informasi sibernetik (komputasi), komunikasi jarak jauh, yang perkembangannya ditempuh dalam waktu relatif pendek, dari perkembangan teknologi sebelumnya. Hal itu menurut Van Melsen (1985, 111) terdapat tiga kemungkinan yang menyebabkannya. Pertama, belum sempurnanya teknologi, atau kedua, teknologi telah menimbulkan bentuk-bentuk praksis lain yang mengharuskan kita belajar dalam hubungan sosial yang baru; atau ketiga, disebabkan juga karena lemahnya refleksi filosofis dan etis atas bentuk-bentuk baru di bidang ilmu pengetahuan dan praksis beserta implikasinya.

Share

sang juara 2009

January 15th, 2010

Pada tahun ini Rara mengalami gangguan kesehatan Asma kata dokter sehingga dia tidak boleh terlalu cape sehingga pada saat sudah sampai pertandingan final dia kelelahan lalu pelatih minta rara mundur dari pertandingan dan hanya mendapat medali perak, walau demikian semangatnya tak pernah pudar dan semoga untuk tahun 2010 ini rara bisa kembali meraih mimpi sang juara.

JUARAPERAK1JUARAPERAK2JUARAPERAK3JUARAPERAK4JUARAPERAK5JUARAPERAK6

Share

sang juara 2008

January 15th, 2010

Adalah seorang anak perempuan yang lahir pada tanggal 13 September tahun 2001 di rumah sakit TNI KKO Cilandak, dan dia diberi nama Rahajeng Amaragati Aryono (RARA) anak dari salah satu karyawan Trisakti Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti.

dari taman kanak-kanak Rara sudah masuk salah satu Perguruan Tae Kwon Do yang ada di Jakarta Timur. Salah satu motivasinya adalah dia ingin dan suka dengan ilmu bela diri.

JUARAEMAS1JUARAEMAS2JUARAEMAS3JUARAEMAS4JUARAEMAS5JUARAEMA6

Share

test

January 12th, 2010

test blog

A1

Share

Hello world!

January 12th, 2010

Welcome to Trisakti Blogger Community. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Share